Bang Windah, Presiden Bocil Kematian yang Sukses Naikin Darah Tinggi Viewer

Kalau ngomongin soal dunia gaming Indonesia, rasanya kurang afdol kalau nggak menyebut nama Windah Basudara. Pria dengan nama asli Brando Franco Windah ini dikenal sebagai YouTuber gaming yang penuh tawa, random, kadang bikin ngakak, kadang bikin bingung, tapi selalu bikin betah. Bahkan banyak orang bilang, kalau nggak ada Windah, dunia per-gaming-an di Indonesia mungkin akan sepi, seperti warung Indomie yang kehabisan telur dadar.

Nah, artikel ini akan membahas perjalanan Windah dengan cara yang nggak serius-serius amat, karena kalau serius nanti malah kayak esai kuliah. Jadi, mari kita masuk ke dunia “santuy nan kocak” Windah Basudara.

Dari Warnet ke Dunia YouTube

Seperti banyak anak 2000-an lainnya, Windah juga besar dengan suasana warnet. Bayangkan, warnet dengan kursi empuk empuk tipis yang kalau diduduki lama bisa bikin tulang belakang protes. Di situlah Windah kecil mengasah kemampuan bermain game, mulai dari Counter Strike sampai Point Blank.

Namun, Windah nggak berhenti di situ. Dengan keahliannya mengocok ngocok emosi viewer (kadang bikin ngakak, kadang bikin kesel), dia akhirnya nekat membuka channel YouTube pada 2018. Awalnya biasa saja, views masih sedikit, kayak sisa kerupuk di toples Lebaran. Tapi pelan pelan, dengan gaya kocaknya, dia berhasil menarik banyak penonton.

Antara Random, Ngaco, dan Jenius

Kalau ada kata yang bisa mendeskripsikan gaya Windah, mungkin itu adalah “random level dewa”. Bayangin aja, di saat gamer lain sibuk fokus main serius, Windah malah sibuk bikin suara suara aneh, roleplay jadi karakter game, bahkan ngobrol sendiri kayak lagi bikin sinetron satu orang.

Contohnya, waktu dia main Resident Evil, bukannya serius kabur dari zombie, dia malah ngobrol sama zombienya “Bang, udah makan belom? Jangan ngejar ngejar mulu, ntar capek.”

Anehnya, justru inilah yang bikin penontonnya betah. Mereka nonton bukan cuma karena gamenya, tapi karena Windah bisa bikin game yang menegangkan jadi tontonan komedi.

Julukan Presiden Bocil Kematian

Penonton setia Windah pasti tahu kalau komunitasnya sering memberikan julukan julukan unik. Yang paling terkenal tentu saja “Presiden Bocil Kematian.” Julukan ini muncul karena Windah sering menampilkan tingkah laku absurd bocah warnet yang main game barbar asal seruduk, asal tembak, asal teriak.

Selain itu, Windah juga sering dipanggil “Bang Windah,” “Pak Presiden,” bahkan kadang “Om Brando.” Pokoknya makin lama makin banyak nama panggilan, sampai sampai kalau dikumpulin bisa bikin daftar hadir kelas.

Antara Sayang dan Dikerjain

Salah satu hal yang bikin Windah dicintai adalah kedekatannya dengan penonton. Dia sering banget baca chat, interaksi, bahkan kadang rela dikerjain sama viewer. Ada momen di mana dia dikasih challenge absurd, seperti main game tapi pakai syarat aneh nggak boleh lompat, nggak boleh lari, atau harus pakai suara kucing sepanjang game.

Hasilnya? Jelas kacau. Tapi justru kekacauan itu yang bikin penonton ketawa sampai perut kram.

Dari Hiburan Jadi Inspirasi

Walaupun gaya Windah terkesan ngawur, tapi sebenarnya ada nilai positifnya. Banyak orang yang bilang mereka bisa melewati hari hari berat karena nonton Windah. Dari pelajar yang lagi stres mikirin tugas, sampai pekerja kantoran yang jenuh, semuanya bisa ketawa gara-gara “kegoblokan” Bang Windah (tentu dalam arti positif).

Windah juga sering melakukan hal baik, seperti charity stream dan berbagi rezeki dengan orang lain. Jadi, di balik tawa dan kekonyolannya, ada hati yang tulus.

Kalau disimpulkan, Windah Basudara adalah YouTuber gaming yang bukan hanya sekadar main game, tapi juga mengubah game jadi panggung komedi. Dia bisa bikin penonton merasa kayak lagi nongkrong sama temen gokil di warnet. Dari situlah, dia bisa naik ke level yang lebih tinggi, bahkan jadi salah satu ikon gaming Indonesia.

Jadi, kalau kamu lagi bete, coba deh nonton Windah. Siapa tahu dari yang awalnya pengen main game, malah ketawa ngakak sampai lupa main. Itulah kekuatan Bang Windah bisa bikin orang lupa waktu, tapi nggak pernah lupa tertawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *