Bisnis Donat Susu, Dari Camilan Bulat Jadi Duit Muter Muter
Kalau ada makanan yang selalu sukses bikin orang senyum walau lagi bokek, jawabannya jelas: donat. Bentuknya bulat, empuk, manis, dan punya bolong di tengah. Kayak hidup kita, kadang ada bolongnya juga, tapi tetap bisa jalan. Nah, sekarang ada varian yang lagi naik daun donat susu.
Tenang, ini bukan donat yang diguyur susu kental manis sampai meleleh kayak drama Korea, tapi donat dengan campuran susu di adonan atau topping yang bikin rasanya makin cetar. Dan percaya atau nggak, dari bolongan donat itu, banyak orang bisa nemuin pintu menuju cuan.
Kenapa harus donat susu? Pertama, mari kita jujur: siapa sih yang nggak suka susu? Dari bayi sampai kakek nenek, susu itu udah jadi sahabat. Nah, ketika susu masuk ke adonan donat, hasilnya jadi lembut banget, aromanya bikin hati klepek klepek, dan rasanya lebih “wah” dibanding donat biasa.

Bayangin aja, kamu makan donat susu yang baru diangkat dari minyak panas, masih hangat, ditabur gula halus, terus digigit… hap! Langsung lupa kalau cicilan motor belum kebayar.
Selain rasanya, donat susu juga gampang viral. Konsumen zaman now suka banget upload makanan lucu ke Instagram. Foto donat susu bulat bulat itu udah cukup buat jadi iklan gratis. Bonusnya, caption bisa kocak: “Donat ini bolong, tapi cintamu jangan ikut bolong ya.” Auto rame.
Modal Donat Susu Dari Dapur ke Duit
Banyak orang mikir bikin bisnis itu harus modal gede. Padahal, bisnis donat susu bisa mulai dari dapur rumah dengan modal yang nggak bikin dompet kurus.
- Tepung terigu protein tinggi: Rp60.000 per 5 kg
- Gula, ragi, susu bubuk: Rp150.000-an
- Minyak goreng (yang sering bikin shock di kasir): Rp50.000
- Peralatan: wajan, kompor, mixer (kalau mau gaya dikit)
Total modal awal? Kisaran Rp2-3 juta udah bisa gaspol. Nah, hitung hitungan sederhananya gini, kalau donat dijual Rp5.000 per biji dan sehari laku 100 pcs, berarti omzet harian Rp500.000. Kalau sebulan konsisten, omzet bisa Rp15 juta. Lumayan kan? Bolongnya donat malah bisa nutup bolongnya rekening.
Jurus Marketing Bahwa Donat Susu Bukan Cuma Bulat
Kalau bisnis donat susu mau panjang umur, jangan cuma jual rasa. Ingat, semua orang bisa bikin donat enak. Kuncinya ada di branding dan marketing.
- Nama yang Bikin Ngakak
Jangan terlalu serius, kasih nama unik. Misalnya, “Donat Susu Bolong Hati”, “Bolongan Berkah”, atau “Donat Susu Mantan” (manis di awal, bikin kangen di akhir).
- Foto Keren, Caption Kocak
Upload di Instagram atau TikTok. Jangan lupa caption receh:
- “Donat ini bolong, tapi jangan jadikan alasan buat ngilangin aku.”
- “Satu gigitan donat susu bisa bikin kamu lupa mantan, serius.”
- Varian Rasa Ajaib
Bikin donat susu rasa red velvet, matcha, taro, atau bahkan rasa rindu yang tak terbalas. Pokoknya nyeleneh tapi enak.
- Promo Ngeselin Tapi Efektif
Misalnya: “Beli 5 gratis 1, asal senyum ke penjual.” atau “Diskon 10% kalau bisa sebutin nama mantan dengan suara lantang.”

Tantangan Bisnis Donat Susu
Tentu aja nggak semuanya manis kayak topping gula. Ada tantangan juga:
- Persaingan Ketat. Donat ada di mana mana. Tapi kalau donatmu punya identitas lucu plus rasa mantap, kamu tetap bisa menonjol.
- Bahan Naik Harga. Harga susu dan minyak sering bikin kepala pusing. Solusinya? Cari supplier grosir, atau sekalian jadi sahabat pedagang sembako.
- Masa Simpan Singkat. Donat nggak tahan lama. Jadi produksi secukupnya, biar nggak ada donat yang berubah jadi fosil tepung.
Kesimpulan
Bolong itu justru rezeki. Intinya, bisnis donat susu itu peluang yang empuk banget. Bolong di tengah bukan kelemahan, tapi justru daya tarik. Sama kayak hidup kita, kadang ada lubang lubang kecil, tapi justru dari situ cahaya bisa masuk.
Jadi kalau kamu lagi nyari ide bisnis yang modalnya ramah, pasarnya luas, dan bisa bikin orang senyum sampai belepotan gula, jawabannya: donat susu. Ingat pepatah baru “Donatnya bolong, dompetnya jangan ikut bolong!”
