Mengungkap Ketangguhan di Balik Panggung, Kisah Idol Kpop Melawan Pneumothorax

Dunia K-Pop dikenal dengan gemerlap panggung, koreografi yang memukau, dan jadwal yang padat. Namun, dibalik sorotan lampu dan sorak sorai penggemar, para idol menghadapi tantangan kesehatan yang tak jarang mengancam karier mereka. Salah satu kondisi medis serius yang pernah dialami oleh beberapa idol adalah pneumothorax, atau yang dikenal sebagai paru paru kolaps.

Apa itu pneumothorax? Pneumothorax adalah kondisi medis di mana udara masuk ke dalam rongga pleura, ruang antara paru paru dan dinding dada, menyebabkan paru paru mengempis. Gejalanya meliputi nyeri dada mendadak dan kesulitan bernapas. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari cedera fisik hingga komplikasi medis lainnya. Berikut adalah beberapa idol kpop yang mengalami pneumothorax:

Winter aespa

Pada April 2024, SM Entertainment mengonfirmasi bahwa Winter, anggota girl group aespa, telah menjalani operasi untuk mengatasi pneumothorax. Keputusan untuk operasi diambil sebagai langkah pencegahan agar kondisi tersebut tidak kambuh di masa depan. Winter mulai merasakan gejala setelah kembali dari Jepang, di mana ia tampil dalam sebuah acara musik. Setelah konsultasi dengan tim medis, operasi dianggap sebagai langkah terbaik untuk kesehatannya.

Meskipun operasi ini dilakukan menjelang persiapan comeback aespa dan tur dunia mereka, agensi memastikan bahwa pemulihan Winter menjadi prioritas utama. Penggemar pun memberikan dukungan penuh, berharap sang idol segera pulih dan kembali ke panggung dengan semangat baru. 

Rami Baby Monster

Rami, anggota dari girl group Baby Monster, juga pernah mengalami pneumothorax. Dalam video latihan tari untuk lagu “Sheesh” yang dirilis pada April 2024, terungkap bahwa Rami didiagnosis dengan kondisi tersebut beberapa minggu sebelum rekaman. Ia mulai merasakan nyeri di dada saat menari dan memutuskan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit. Selama masa pemulihan, Rami merasa bersalah karena tidak bisa berpartisipasi penuh dalam latihan bersama anggota lainnya. Namun, dengan dukungan tim dan penggemar, ia berhasil pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa.

Kyuhyun Super Junior

Pada April 2007, Kyuhyun, anggota boy group Super Junior, mengalami kecelakaan mobil serius yang menyebabkan berbagai cedera, termasuk pneumothorax akibat tulang rusuk yang patah menusuk paru parunya. Kondisinya sangat kritis, dan dokter sempat mempertimbangkan operasi yang bisa mengakhiri karir menyanyinya. Namun, berkat keputusan cepat dan dukungan keluarga, operasi alternatif dilakukan, dan Kyuhyun berhasil pulih setelah menjalani perawatan intensif selama 78 hari. Kisahnya menjadi simbol ketangguhan dan semangat juang yang luar biasa.

Kesimpulan

Kisah kisah di atas mengingatkan kita bahwa di balik gemerlap dunia hiburan, para idol juga manusia biasa yang rentan terhadap masalah kesehatan. Pneumothorax adalah kondisi serius yang memerlukan perhatian medis segera. Penting bagi industri hiburan untuk memastikan kesejahteraan para artisnya, memberikan waktu istirahat yang cukup, dan tidak memaksakan jadwal yang terlalu padat.

Sebagai penggemar, kita juga memiliki peran penting dalam mendukung idol tidak hanya saat mereka bersinar di atas panggung, tetapi juga saat mereka menghadapi masa masa sulit. Dukungan moral, empati, dan pengertian dari penggemar dapat menjadi sumber kekuatan bagi para idol untuk bangkit dan terus berkarya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *